Selain penguatan koleksi buku fisik, Safarin menjelaskan bahwa Dispusip juga bertransformasi melalui kegiatan Rumah Belajar Modern (RBM) yang menawarkan berbagai kelas keterampilan bagi masyarakat.
“Ada kelas musik, teater, bahasa arab, bahasa inggris, bakery, barista, dan lainnya. Ini kelas literasi yang merupakan gabungan dari membaca, mempraktekkan, dan bisa menjadi penghasilan ke depannya. Baik menjadi seniman maupun pengusaha,” tambah Safarin.
Menariknya, meski data menunjukkan akses internet cukup tinggi, Safarin mencatat masih banyak pengunjung setia yang datang langsung ke gedung perpustakaan untuk menikmati buku fisik.
Ia mengamati antusiasme warga yang tetap meluangkan waktu membaca di lantai atas perpustakaan sebagai tanda bahwa hobi membaca buku fisik masih kuat di tengah masyarakat.
Menyambut bulan Ramadan mendatang, pelayanan perpustakaan dipastikan tetap buka sesuai jam kerja. Safarin pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu datang dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
“Kami mengajak masyarakat, termasuk kawan-kawan santri dan pelajar, untuk datang ke sini. Koleksi kita sangat beragam dan lengkap, mulai dari kitab-kitab agama untuk anak pesantren, buku sejarah pembentukan Tanah Laut, hingga novel dan berbagai jenis buku lainnya. Silakan dimanfaatkan fasilitas ini untuk menambah wawasan kita bersama,” tutup Safarin optimis.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu

