Kehadiran gugus tempur ini menambah kekuatan militer AS yang sebelumnya telah menyiagakan tiga kapal tempur di Bahrain serta dua kapal perusak di Teluk Persia. Secara keseluruhan, pengerahan tersebut membawa sekitar 5.700 personel militer tambahan ke kawasan strategis itu.
Presiden AS Donald Trump, pada Kamis (22/1/2026), membenarkan pergerakan armada tersebut. Meski menyatakan harapannya agar kekuatan militer itu tidak perlu digunakan, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Iran, khususnya terkait program nuklir dan penanganan demonstrasi di dalam negeri.
Iran Tegaskan Jaga Kedaulatan
Menanggapi situasi tersebut, Iran menegaskan tidak memiliki pilihan selain mengaktifkan seluruh kekuatan pertahanannya demi menjaga kedaulatan negara.
“Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami pasti akan merespons,” tegas pejabat senior tersebut.
Ia menambahkan, Iran saat ini berupaya memulihkan keseimbangan kekuatan di kawasan untuk menghadapi ancaman militer yang terus berulang.
“Sebuah negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari Amerika Serikat tidak punya pilihan lain selain memastikan seluruh kemampuannya siap digunakan untuk melawan,” pungkasnya.
Eskalasi ketegangan ini terjadi setelah AS berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran, menyusul tudingan keras Washington terkait kebijakan pemerintah Teheran terhadap demonstran.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad

