WARTABANJAR.COM, GARUT – Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter telah selesai dibangun di Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Jembatan ini menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, memudahkan akses warga, terutama anak-anak sekolah, petani, dan masyarakat yang ingin beribadah.
Kepala Desa Mandala Kasih, Iwan Darmawan, menyampaikan bahwa jembatan gantung yang dibangun oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) tersebut telah lama dinantikan masyarakat.
Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menempuh jalur berisiko atau memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mandala Kasih. Jembatan ini penting untuk kepentingan pertanian, perekonomian, kesehatan, dan keagamaan. Bahkan untuk mengurus administrasi ke desa pun jadi lebih cepat, karena sebelumnya harus berjalan hingga tiga kilometer,” ujar Iwan di Cipalebuh, Garut, Jawa Barat, Jumat (23/1).
Sebelum jembatan ini dibangun, warga Kampung Baru yang berada di seberang Kampung Punaga Jolok terpaksa menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah maupun mengurus administrasi ke kantor desa. Alternatif lainnya adalah berjalan memutar dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
“Dulu masyarakat saya kalau mau ke sekolah, mengurus administrasi ke desa, dan kegiatan ekonomi benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan dan sangat bermanfaat,” lanjutnya.

