Ia mengingatkan bahwa peran orang tua asuh tidak berhenti pada bantuan materi semata, melainkan harus disertai pendampingan aktif.
“Bukan sekadar memberi uang. Orang tua asuh harus datang, memantau, benar-benar menjadi orang tua, supaya tahu perkembangan anak dari bulan ke bulan,” jelasnya.
Bupati juga menyoroti tingginya angka stunting di wilayah perkotaan yang diduga berkaitan erat dengan pola asuh, sehingga pendekatan pendampingan keluarga dinilai sangat krusial.
Sementara itu, PT Adaro Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan Pemkab Tabalong dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Berdasarkan hasil penilaian kinerja tahun 2025, Kabupaten Tabalong saat ini berada di peringkat ke-10 se-Kalimantan Selatan dalam upaya penanganan stunting. Pemerintah daerah optimistis, melalui sinergi yang solid dan kolaborasi berkelanjutan, capaian tersebut dapat terus ditingkatkan.
“Tabalong akan semakin kuat jika stunting bisa kita atasi bersama,” pungkas Bupati.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad
