WARTABANJAR.COM, SEMARANG – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada penjaga gawang PSIR Rembang, Raihan Alfarig, setelah melakukan aksi keras menyerupai tendangan kungfu terhadap pemain Persikaba Blora dalam sebuah pertandingan resmi.
Insiden tersebut terjadi saat laga berlangsung dan terekam jelas sebagai tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan lawan serta bertentangan dengan prinsip sportivitas sepak bola. Akibat pelanggaran berat itu, Raihan Alfarig dipastikan tidak dapat lagi beraktivitas di dunia sepak bola di bawah naungan PSSI di seluruh Indonesia.
Komdis PSSI Jawa Tengah menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran berat yang mencederai nilai fair play dan berpotensi menimbulkan cedera serius. Oleh karena itu, sanksi maksimal dijatuhkan demi menjaga integritas dan keselamatan dalam kompetisi sepak bola nasional.
Putusan ini pun menuai beragam reaksi dari publik. Sebagian menyayangkan tindakan sang kiper yang berujung pada akhir karier sepak bolanya, sementara lainnya mendukung keputusan tegas demi efek jera bagi pemain lain.
Karier Berakhir, Olahraga Apa yang Masih Cocok?
Dengan berakhirnya karier di sepak bola, banyak pihak mendoakan agar Raihan Alfarig tetap dapat menata masa depan dan memperoleh pekerjaan baru, khususnya jika masih ingin berkiprah sebagai atlet.
Secara fisik, posisi penjaga gawang menuntut refleks, kekuatan tubuh, dan keberanian tinggi. Beberapa cabang olahraga yang dinilai masih relevan dengan kemampuan tersebut antara lain:
