Menjelang jam ke 72 puasa, ia kembali mengalami gangguan yaitu di malam hari badannya sempat lemas dan sakit kepala, namun setelah ia bangun besok paginya badannya sudah segar lagi.
Rupanya cobaan tak hanya sampai di situ, pagi itu ia menghadiri acara yang ada banyak makanan.
Bahkan, rekannya yang duduk di sebelahnya makan makanan itu yaitu telur dadar crispy membuatnya ngiler.
“Itu sampai saya tutupi muka pake buku menu supaya nggak lihat makanannya karena itu sangat menyiksa,” katanya.
“Menjelaskan ulang alasan sedang long fasting, sambil menikmati “makan” malam. Ini bone broth (kaldu yang dimasak dengan durasi sangat panjang). Biasa dipakai saat long fast. Gunanya untuk asupan elektrolit, mineral, asam amino, dll. Secukupnya aja. Hari ini cuma 1x saya minum. Lewat 24 jam memang fase penuh cobaan. Tadi lihat orang nenteng dus nasi Padang, ingin rasanya kurampok. Tapi, sebagai warga patuh hukum, kutahankan diri,” katanya lagi.
Namun beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB genap puasanya 72 jam ia kemudian berbuka dengan menu telur dadar crispy yang menurutnya sangat menggoda, nasi dari beras porang, air kelapa, nasi kebuli, roti keju, dan sebagainya.
Ia makan semua itu dengan lahap dan nikmat.
Di Instagram pribadinya, ia kemudian menjelaskan bahwa selama berpuasa 3 hari tanpa makan, ia tetap minum, seperti kaldu tulang dan tentunya air.
“Yang saya lakukan adalah puasa basah (masih minum air), bisa cari referensi long fasting dari buku maupun video, salah satu yang saya rekomen adalah buku dr. Jason Fung,” sebutnya, dikutip Selasa (13/1/2026).
