WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Tabalong dan manajemen RSUD Badaruddin Kasim mengungkap sejumlah persoalan krusial yang menjadi perhatian publik. Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Lantai 1 DPRD Tabalong, Selasa (6/1/2026), dua isu utama mencuat ke permukaan, yakni kualitas pelayanan pasien dan kebersihan lingkungan rumah sakit.
Ketua Komisi III DPRD Tabalong, Akhmad Helmi, mengungkapkan bahwa sejak 1 Januari 2026, RSUD Badaruddin Kasim telah menambah jumlah tenaga kebersihan menjadi 60 orang. Langkah ini dinilai sebagai upaya serius manajemen rumah sakit untuk menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi kebersihan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut Helmi, penambahan tenaga kebersihan harus dibarengi dengan pengelolaan yang tepat agar benar-benar berdampak pada kenyamanan pasien dan pengunjung. DPRD berharap perubahan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi mampu dirasakan langsung oleh masyarakat.
Direktur RSUD Badaruddin Kasim, Setyawan Andri Wibowo, menjelaskan bahwa seluruh tenaga kebersihan tersebut akan ditempatkan sesuai kebutuhan dan manajemen internal rumah sakit. Penataan ini dilakukan agar seluruh area pelayanan, mulai dari ruang rawat hingga fasilitas umum, dapat terjaga kebersihannya secara optimal.
Tak hanya soal kebersihan, DPRD Tabalong juga memberikan sorotan tajam terhadap pelayanan rumah sakit, khususnya dalam proses penerimaan dan penanganan pasien. DPRD menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dengan mengedepankan sikap ramah, senyum, serta kesabaran petugas dalam melayani masyarakat yang datang dengan berbagai kondisi kesehatan.







