Darurat Haji Khusus 2026! Dana Jemaah Tertahan di BPKH, Travel Terpaksa Nombok Bayar Armuzna

Masalah juga kerap muncul akibat perbedaan ejaan nama antara paspor dan data pendaftaran, meskipun hanya berbeda satu huruf. Sistem otomatis langsung menganggap data tidak valid, termasuk saat sinkronisasi dengan BPJS.

“Orangnya sama, tapi beda ejaan sedikit saja, sistem menolak. Padahal jamaah sudah terdaftar BPJS,” kata Zaky.

Ia juga menyoroti proses istithaah kesehatan melalui Siskohatkes yang dinilai makin memperumit situasi. Ketergantungan penuh pada verifikasi robotik dianggap tidak sejalan dengan tenggat waktu Arab Saudi yang sangat ketat.

“Kami mengusulkan verifikasi manual sebagai alternatif. Fitur unggah dokumen sebenarnya ada, tapi tetap dipaksakan robotik. Ini sangat berisiko,” ujarnya.

Zaky berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan ini tidak berujung pada kegagalan penyelenggaraan Haji Khusus 2026.

“Kalau Saudi tetap kaku dengan timeline, yang kita khawatirkan bersama bisa benar-benar terjadi. Haji Khusus 2026 gagal berangkat, na’uzubillah,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad

Baca Juga :   Update Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh–Sumbar, Sejumlah Unit Rampung dan Siap Huni

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca