Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Krisdianto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Darusman.
“Almarhum dikenal sebagai kepala desa yang aktif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap penanganan konflik satwa liar di wilayahnya. Kami kehilangan sosok pemimpin desa yang berdedikasi,” ujarnya.
Sementara itu, video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga dan aparat kepolisian saat menggotong tubuh korban keluar dari kawasan hutan. Teriakan minta pertolongan terdengar di tengah kepanikan, namun kondisi korban sudah tidak sadarkan diri.
Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati mengungkapkan, korban mengalami luka berat akibat insiden tersebut. “Korban mengalami patah tulang paha kiri serta sejumlah luka lainnya,” jelasnya.
Pihak kepolisian memastikan jenazah Darusman telah dimakamkan oleh keluarga pada hari yang sama.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras akan tingginya risiko konflik manusia dan satwa liar di sekitar kawasan konservasi, sekaligus menyoroti pentingnya sistem pengamanan dan koordinasi yang lebih ketat di lapangan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







