“Kami optimistis peningkatan produksi akan terus berlanjut hingga kuartal pertama dan kedua 2026, mengingat masih terdapat potensi lahan lumbung pangan yang belum ditanami,” jelasnya.
Untuk mendukung kesejahteraan petani, Polda Kalsel juga menjalin kerja sama dengan Perum Bulog yang menawarkan harga pembelian terbaik bagi hasil panen jagung.
“Selain itu Kami turut mengupayakan kehadiran para pembeli serta mendapat dukungan Pemprov Kalsel dalam mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi bagi petani,” papar Kapolda.
Terkait pengembangan SPPG ke depan, Kapolda juga mengatakan akan terus dilakukan secara bertahap.
Salah satu rencana pembangunan berada di wilayah Dalam Pagar yang nantinya akan melayani sekitar 2.000 penerima manfaat.
Dengan pembangunan SPPG akan diprioritaskan di daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal).
“Program ini akan terus kami tindak lanjuti bersama Badan Gizi Nasional, khususnya BGN Kalimantan Selatan, demi pemerataan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kapolda. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







