Jalan Provinsi di Haruai Lumpuh Total! Banjir Tabalong Surut, Namun Akses Utama Masih Tak Bisa Dilalui
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Meski banjir yang merendam wilayah Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, mulai menunjukkan tanda-tanda surut, kondisi akses jalan utama justru masih lumpuh total. Hingga Senin (29/12) pukul 13.00 WITA, jalan provinsi yang menjadi urat nadi mobilitas warga masih terendam dan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Banjir dipicu oleh luapan Sungai Tabalong yang sebelumnya merendam tiga desa, yakni Desa Bongkang, Desa Nawin, dan Desa Halong. Pada puncaknya, ketinggian air di wilayah tersebut mencapai hingga 1,7 meter, bahkan di sejumlah titik dilaporkan mendekati dua meter.
Pantauan di lapangan menunjukkan, genangan banjir tidak hanya bertahan di wilayah Haruai. Air juga masih menggenangi desa-desa dengan kontur tanah lebih rendah seperti Desa Suput dan Desa Juai. Dampak banjir bahkan meluas hingga ke Kecamatan Tanjung, merendam Desa Pangi dan Desa Kitang akibat kiriman air dari wilayah hulu. Tak hanya itu, genangan mulai merangsek masuk ke Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung.
Camat Haruai, Mulyadi, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jumlah warga terdampak cukup signifikan, mencapai 980 jiwa atau 574 kepala keluarga. Rinciannya, Desa Bongkang sebanyak 430 jiwa dari 140 KK, Desa Nawin 345 jiwa dari 164 KK, serta Desa Halong 205 jiwa dari 270 KK.
“Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Tabalong. Ketinggian air di beberapa lokasi sempat mencapai dua meter sehingga akses jalan utama tidak dapat dilalui. Saat ini air memang sudah surut cukup drastis, dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Mulyadi.
Ia menambahkan, kebutuhan dasar warga terdampak telah tertangani dengan baik. Bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya telah disalurkan tanpa kendala berarti. Bahkan, dapur umum telah didirikan di dua titik untuk memastikan distribusi makanan berjalan lancar.
“Distribusi bantuan berjalan baik. Kami juga membuka dapur umum agar pelayanan kebutuhan makanan warga lebih maksimal,” tambahnya.