Selain pengawasan fisik, kolaborasi dengan pihak pengelola gereja menjadi poin penting dalam patroli kali ini. Petugas memastikan akses masuk dan keluar jemaat tetap steril dan tertata rapi.
Danoe juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga iklim kondusif di Tanah Laut.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi dan ketertiban selama masa perayaan ini. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Komitmen pengamanan ini dipastikan akan terus berlanjut hingga momen perayaan Tahun Baru 2026 mendatang untuk mengantisipasi adanya gangguan stabilitas daerah.
”Kami ingin memastikan bahwa semua warga dapat merayakan hari besar keagamaan dengan khidmat. Personel kami akan bersiaga hingga malam pergantian tahun nanti,” pungkas Danoe.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







