WARTABANJAR.COM, BARABAI– Angin puting beliung menerjang Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (19/12/2025) malam sekitar pukul 23.00 Wita.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan rumah warga rusak, sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST mencatat sebanyak 41 rumah warga terdampak akibat terjangan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Kerusakan didominasi pada bagian atap rumah yang terangkat dan terbang, serta struktur bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.
Salah satu warga RT. 8 Desa Sungai Buluh, Hamsi, mengungkapkan detik-detik mencekam saat angin puting beliung menerjang kawasan tempat tinggalnya.
Saat kejadian, ia bersama keluarganya berada di dalam rumah.
“Anginnya datang tiba-tiba, suaranya gemuruh sekali. Kami tidak sadar atap terangkat karena tertutup suara angin. Begitu melihat ke atas, ada kilatan cahaya, hujan rintik mulai turun, dan atap sudah tidak ada lagi,” tutur Hamsi saat ditemui wartabanjar.com di rumahnya, Sabtu (20/12/2025).
Ia mengaku panik karena saat kejadian terdapat nenek atau orang tuanya di dalam rumah.
Hamsi dan keluarganya sempat berusaha menyelamatkan diri ke rumah keluarga di sebelah, namun kondisi rumah tersebut ternyata juga mengalami kerusakan.
“Kami kira rumah sebelah kuat, ternyata dapurnya juga terangkat. Waktu itu kami benar-benar panik,” ujarnya.
Kondisi lingkungan yang berada di atas sungai dan rawa membuat situasi semakin berbahaya.
Sejumlah kabel listrik dilaporkan terputus dan jatuh ke air, menyebabkan wilayah sekitar gelap gulita setelah aliran listrik padam total.
“Lampu mati semua, gelap sekali. Anginnya tidak lama, tetapi sangat kuat. Kami tidak tahu bentuk anginnya seperti apa, yang jelas hanya dengar suara gemuruh dan atap terangkat,” kata Hamsi.







