WARTABANJAR.COM, SANGIHE – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong, dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Manado melalui Makassar menggunakan pesawat Lion Air JT-740.
Helmud Hontong dikenal luas sebagai figur pemimpin daerah yang lantang menyuarakan penolakan terhadap rencana eksploitasi tambang emas di wilayah Sangihe. Sikap tegas tersebut terutama ditujukan pada izin usaha pertambangan PT Tambang Mas Sangihe, yang mengantongi konsesi sangat luas, mencapai sekitar 42 ribu hektare atau setara 56,9 persen dari total wilayah Kabupaten Sangihe.
Menurut Helmud, aktivitas pertambangan emas berskala besar berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kelestarian lingkungan, ekosistem pulau, serta keberlangsungan hidup masyarakat lokal. Kekhawatiran itu mendorongnya mengambil langkah resmi dengan menyampaikan surat keberatan secara pribadi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 28 April lalu.
Kepergian Helmud Hontong terjadi dalam rentang waktu penerbangan pada Rabu lalu. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang berani menyuarakan aspirasi rakyat dan memperjuangkan perlindungan lingkungan di daerah kepulauan yang rentan terhadap kerusakan alam.
Wafatnya Helmud meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Sangihe, serta berbagai pihak yang selama ini mengikuti perjuangannya. Di sisi lain, kepergiannya juga memunculkan perhatian publik terhadap isu tambang emas yang sempat ia tolak dengan tegas semasa hidupnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
