WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Tabir kasus pembunuhan sadis di kawasan Pumpung kian terbuka. Polsek Cempaka menggelar rekonstruksi lengkap kasus tersebut, Kamis (18/12/2025), dengan menghadirkan tersangka dan sejumlah saksi kunci.
Rekonstruksi ini menjadi tahapan krusial sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebanyak 36 adegan diperagakan secara detail, menggambarkan runtutan kejadian sejak awal pertemuan, cekcok yang memanas, hingga aksi brutal yang merenggut nyawa korban.
Digelar di Mapolsek Demi Keamanan
Kanit Reskrim Polsek Cempaka, Ipda Junaedi, menjelaskan rekonstruksi tidak dilakukan di lokasi kejadian, melainkan di halaman Mapolsek Cempaka, dengan alasan keamanan.
“Kami mempertimbangkan potensi gangguan keamanan, termasuk kemungkinan kericuhan dari pihak tertentu dan risiko tersangka melarikan diri,” jelasnya.
Tinggalkan Lokasi, Ambil Parang, Lalu Kembali Menyerang
Fakta mengejutkan terungkap dalam rekonstruksi tersebut. Setelah terjadi perselisihan, tersangka sempat meninggalkan lokasi kejadian untuk mengambil senjata tajam jenis parang di rumahnya.
“Adanya jeda waktu ini menguatkan dugaan unsur perencanaan sebelum tindakan kekerasan dilakukan,” tegas Ipda Junaedi.
Tersangka kemudian kembali ke lokasi dan membacok korban secara berulang kali hingga korban meninggal dunia di tempat. Setelah memastikan korban tidak berdaya, tersangka langsung melarikan diri.







