Kelompok suporter Football Supporters Europe (FSE) menilai harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak drastis, bahkan diklaim lima kali lipat dibanding edisi sebelumnya. Padahal, saat pengumuman awal pada 2018, FIFA sempat menjanjikan harga tiket mulai dari 21 dolar AS.
Kebijakan ini mendapat respons dari Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. Ia menyambut baik adanya tiket murah, namun tetap mendesak FIFA agar memperluas akses dan memastikan harga tiket tetap ramah bagi penggemar sepak bola.
FIFA Bentuk Dana Pemulihan Pasca-Konflik
Tak hanya soal hadiah dan tiket, Dewan FIFA juga menyetujui pembentukan dana pemulihan pasca-konflik. Program ini sejalan dengan visi FIFA dalam mempromosikan nilai persatuan dan solidaritas melalui sepak bola.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan Gianni Infantino dalam KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh pada 13 Oktober 2025. FIFA berencana menciptakan mekanisme dukungan finansial bagi wilayah yang terdampak konflik.
Meski demikian, FIFA menegaskan penyaluran dana akan berada di bawah pengawasan ketat. Distribusi keuangan akan terintegrasi dengan Program FIFA Forward serta inisiatif resmi lainnya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Langkah ini semakin menegaskan ambisi FIFA menjadikan Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga kekuatan ekonomi dan sosial berskala global.(wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







