Bahkan, akun @pacarvirtual.co_ yang telah beroperasi lebih dari satu tahun kini menaungi lebih dari 230 talent dengan usia legal. Ara, pemilik usaha tersebut, mengungkapkan bahwa sistem pembayaran bagi talent menggunakan skema bagi hasil. Ia mengaku tak menyangka bisnis yang dirintisnya mampu tumbuh konsisten dan dibanjiri pesanan.

Awas Risiko!
Meski terlihat menjanjikan, layanan sewa pacar tetap menyimpan berbagai risiko yang patut menjadi perhatian. Dari sisi legalitas, minimnya kontrak tertulis dapat membuka celah sengketa hukum. Dari aspek keamanan, pertemuan langsung dengan orang asing berpotensi menimbulkan ancaman jika tidak diawasi secara ketat.
Selain itu, para psikolog menilai ketergantungan pada jasa sewa pacar sebagai pemenuhan kebutuhan emosional bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mental dalam jangka panjang. Hubungan yang bersifat sementara dinilai tidak mampu menggantikan relasi sosial yang sehat dan mendalam.
Popularitas jasa sewa pacar mencerminkan perubahan gaya hidup dan pola interaksi masyarakat di era digital. Meski menawarkan solusi instan untuk kesepian atau kebutuhan sosial tertentu, masyarakat diimbau tetap bersikap bijak, memahami batas layanan, serta mengutamakan keamanan dan kesehatan mental.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad
sewa pacar, pacar online, pacar offline, fenomena sosial, bisnis viral, gaya hidup digital, media sosial, Wartabanjar.com

