Update Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Tanah Bumbu-Kotabaru

Tasriq Usman juga mengungkapkan bahwa kedua pemerintah kabupaten telah menunjukkan komitmen nyata melalui dukungan anggaran.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru masing-masing telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar per tahun selama lima tahun guna mendukung pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

Terkait pembebasan lahan, Tasriq menyampaikan bahwa di wilayah Tanah Bumbu proses pembebasan lahan hampir seluruhnya rampung, sementara di Kotabaru sebagian besar telah selesai dan sisanya masih dalam proses penyelesaian.

“Harapan kita, pembebasan lahan ini bisa tuntas sebelum pembangunan fisik selesai, sehingga tidak ada hambatan berarti dalam penyelesaian jembatan,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, sebanyak tujuh Tenaga Ahli Gubernur turut terlibat, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam melakukan pengawasan langsung terhadap proyek strategis daerah.

“Hasil monitoring dan evaluasi ini akan segera kami laporkan kepada Pak Gubernur. Secara umum, baik pembangunan dari arah Tanah Bumbu maupun dari Kotabaru menunjukkan progres yang positif dan diharapkan terus berjalan sesuai dengan perencanaan,” tutup Tasriq Usman.

Pembangunan Jembatan Tanah Bumbu–Kotabaru diharapkan menjadi pengungkit konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di Kalimantan Selatan, sejalan dengan semangat pembangunan daerah: Kalsel Bekerja, Bekerja Bersama Merangkul Semua. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu