Program SBI 2025 Ditutup, Bupati HST Dorong Berlanjut dan Terlembaga

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar menyebut program ini sebagai bentuk kesiapan daerah menyongsong perubahan kurikulum nasional.

“Kami tidak ingin sekolah dan guru hanya menjadi penonton ketika Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib. Melalui Program SBI ini, HST sudah menyiapkan guru, kepala sekolah, dan sistem pendukungnya sejak dini,” jelasnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh peserta, di antaranya adalah Marina Yuninda.

Guru SDN 1 Labunganak ini, mengaku Program SBI memberinya kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris.

“Selama enam bulan mengikuti program ini, suasananya sangat mendukung. Belajarnya menyenangkan, banyak praktik dan permainan, tidak ada rasa takut salah. Dari yang awalnya minder, sekarang jadi lebih percaya diri dan kosakata saya juga bertambah,” tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan peserta didik, Khairat Ulin Nihayah, siswa kelas VII SMPIT Al Khair yang meraih Juara I Lomba Story Telling, mengaku senang bisa tampil maksimal.

“Saya sangat senang setelah melakukan story telling. Awalnya belajar Bahasa Inggris dari kecil karena sering menonton YouTube,” katanya.

Keberhasilan Program Pengimbasan SBI 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi kebijakan daerah, kemitraan profesional, peran trainer lokal, serta semangat guru dan siswa mampu melahirkan inovasi pendidikan berkelanjutan di Bumi Murakata. (wartabanjar.com/Adew)

Editor: Yayu

Baca Juga :   Strategi "Borong Lapak" Acil Waluh: Geliat Ekonomi Lokal di Tengah Euforia Wisata Batakan Baru

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca