Hadiah umrah, uang pembinaan, serta penundaan TPP bagi inovasi yang tak mencapai target menjadi bukti seriusnya Pemkab Balangan dalam mendorong perubahan.
“Awalnya memang terasa dipaksa, lalu terpaksa, dan akhirnya terbiasa. Dan ujungnya, masyarakat yang menikmati pelayanan yang makin baik,” ujar Rakhmadi menjawab pertanyaan peserta.
Ia juga mengangkat contoh nyata kolaborasi lintas sektor seperti Sanggam Babungas dan Sanggam Bakabun, program pinjaman tanpa bunga bagi UMKM yang bekerja sama dengan Bank Kalsel dan BPR.
Menariknya, dana untuk menutup bunga dan biaya administrasi bukan dari APBD, melainkan dari CSR perusahaan di Balangan.
Saat memberikan pernyataan penutup, Rakhmadi mengatakan bahwa inovasi telah membuka ruang yang lebih luas bagi Balangan untuk terus bermimpi dan berkembang.
“Kami terbuka bagi daerah lain yang ingin belajar ke Balangan, dan kami pun akan terus belajar dari daerah lain. Karena inovasi itu tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Selain Balangan, seminar internasional tersebut juga menghadirkan narasumber dari berbagai negara dan lembaga: Prof. Mohd. Ekhwan Toriman (Malaysia), Aris Kusdaryono (Kementerian Kominfo), dan M. Taufik Budi Santoso (BPPD Jawa Barat). (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu

