Ia menyampaikan bahwa apa yang dipandang sebagai kekurangan oleh masyarakat justru merupakan anugerah, di mana anak-anak penyandang disabilitas dianugerahi hati yang tulus, bebas dari iri, dengki, atau kesombongan yang disebutnya sebagai sebuah kelebihan langka.
Menurutnya, keberadaan anak-anak istimewa ini adalah sebuah kehormatan.
Bupati mengatakan bahwa Allah menitipkan anak-anak istimewa kepada orang tua yang juga istimewa. “Ini adalah amanah dan ladang pahala. Mereka adalah anak-anak pilihan,” ujarnya.
Dalam pidatonya, apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada para pendamping, baik guru, pembina, maupun orang tua, atas kesabaran dan dedikasi mereka.
Bupati menggarisbawahi urgensi pembangunan sistem pendidikan yang benar-benar inklusif, penyediaan layanan sosial yang tepat sasaran, serta penataan ruang-ruang publik agar ramah bagi semua kalangan.
Menjelang penutupan sambutan sekaligus pembukaan resmi peringatan HDI 2025, Bupati mengajak semua pihak untuk memastikan bahwa komitmen inklusi ini tidak berhenti hanya pada seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan.
”Mari wujudkan langkah nyata agar anak-anak kita dapat tampil lebih baik dan mendapatkan haknya secara setara,” pungkasnya, menandaskan bahwa hak kesetaraan adalah janji yang harus segera dilunasi. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







