WARTABANJAR.COM – Warta People, Banjir dan longsor yang melanda Aceh sejak Rabu, (26/11/2025) lalu terus menyulitkan warga di 18 kabupaten/kota. Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan banyak daerah masih kekurangan air bersih serta logistik. Kondisi darurat ini membuat pemerintah provinsi menetapkan status tanggap darurat mulai 27 November hingga 11 Desember 2025.
Di tengah situasi genting itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengeluarkan pernyataan yang langsung memicu perbincangan publik. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, (5/12/2025), saat meninjau wilayah terdampak banjir di Aceh Timur. Di sana, Mualem mengatakan ada kepala daerah yang “cengeng” dalam menangani bencana. Ia menegaskan, kalau merasa tidak sanggup mengurus wilayahnya di masa krisis, lebih baik mundur daripada membiarkan rakyat menunggu tanpa kepastian.
Ucapan Mualem memang keras, tetapi konteksnya jelas, banyak daerah masih kesulitan memberi bantuan cepat karena koordinasi yang lemah dan minimnya kehadiran pemimpin di lapangan. Karena itu, Mualem mengingatkan bupati dan wali kota untuk berada di garis depan, memastikan evakuasi berjalan, logistik terbagi, dan warga tidak terlantar.(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
Editor Video: Nata Prima

