WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru resmi mengumumkan hasil Operasi Zebra Intan 2025 yang digelar selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Fokus operasi mencakup langkah preemtif, preventif, hingga represif untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Banjarbaru.

Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Zaenuri, menjelaskan porsi kegiatan terbagi merata: 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen represif.

“Selama operasi, penindakan represif kami prioritaskan melalui sistem elektronik ETLE,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

1.517 Pelanggaran Terekam ETLE, 508 Teguran Langsung

Dari pantauan kamera ETLE, tercatat 1.517 pelanggaran, namun baru 43 yang terkonfirmasi. Selain itu, petugas memberikan 508 teguran langsung untuk pelanggaran ringan yang tidak membahayakan.

Kompol Zaenuri mengungkapkan operasi tahun ini menunjukkan tren positif. “Alhamdulillah, angka kecelakaan menurun drastis. Hanya satu kejadian selama operasi. Ini selaras dengan tujuan utama Operasi Zebra untuk menekan fatalitas,” jelasnya.

Ia menyebutkan peningkatan kepatuhan masyarakat turut andil. “Kesadaran pengguna jalan semakin baik. Komunitas dan warga sangat membantu kami,” katanya.

Pelanggaran Terbanyak: Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Dari hasil analisis ETLE, pelanggaran terbanyak pada pengendara mobil adalah tidak menggunakan sabuk pengaman. Diikuti penggunaan ponsel saat mengemudi.

Untuk kendaraan roda dua, pelanggaran dominan adalah tidak memakai helm serta membawa penumpang lebih dari dua orang. “Pelanggaran pengendara di bawah umur belum ada yang terkonfirmasi melalui ETLE,” tambahnya.

Kompol Zaenuri menegaskan bahwa tilang manual tidak diberlakukan sesuai instruksi pimpinan. “Pelanggaran nonfatal cukup ditegur. Untuk penindakan, semuanya melalui ETLE,” tegasnya.

Ia mengimbau warga agar terus disiplin, tidak hanya saat berlangsungnya Operasi Zebra.

“Keselamatan harus jadi budaya. Jangan sampai kita atau keluarga menjadi korban kecelakaan,” tutupnya.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur muhammad