WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Pelantikan pejabat Kementerian Haji dan Umrah tingkat kabupaten/kota hingga kepala kantor wilayah se-Indonesia resmi digelar di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Jumat (28/11/2025).

Momen ini sekaligus menandai peralihan struktur dari Kementerian Agama menjadi kementerian khusus yang menangani penyelenggaraan haji dan umrah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Irfan Maulana, mengatakan perubahan ini merupakan langkah pemerintah untuk memfokuskan pengelolaan ibadah haji sebagaimana program prioritas Presiden Prabowo.

"Pemisahan kementerian dilakukan agar penyelenggaraan haji dapat lebih optimal, efisien, dan berorientasi pada peningkatan layanan," ucapnya.

Irfan menjelaskan, tantangan penyelenggaraan haji semakin besar seiring meningkatnya kuota jemaah.

Untuk Kalimantan Selatan, jumlah jemaah tahun ini naik signifikan dari sekitar 3.000 menjadi 5.187 jemaah, setelah adanya penyesuaian masa tunggu menjadi 26 tahun.

"Ini bukan penggabungan dengan Kalteng, tetapi murni kuota Kalsel," tegasnya.

BACA JUGA: MUI Tetapkan Buang Sampah ke Laut & Sungai Sebagai Perbuatan Haram ini Alasannya

Menghadapi musim haji 2026, Irfan menyampaikan proses verifikasi jemaah di tingkat kabupaten/kota se-Kalsel telah selesai.

"Saat ini sedang berlangsung masa pelunasan biaya haji hingga 23 Desember 2025, bersamaan dengan proses rekrutmen petugas haji, baik petugas kloter maupun non-kloter," terangnya.

Irfan berharap keberadaan Kementerian Haji dan Umrah yang baru dapat menghadirkan pelayanan yang lebih terarah dan maksimal bagi jemaah.

"Harapan kami, dengan struktur yang lebih fokus, jemaah bisa mendapatkan pelayanan terbaik," pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu