Untuk sementara, aktivitas pelayanan masih dilakukan di ruko di Jalan Trikora. “Di ruko ini sudah tersedia telur, gula, minyak, bawang, mie, dan kebutuhan lain. Insya Allah lengkap,” tambahnya.
Namun di balik percepatan pembangunan, KMP masih bergantung pada modal internal anggota. Dana pembiayaan sebesar Rp3 miliar per Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dari bank-bank Himbara hingga kini belum dicairkan pemerintah pusat.
“Operasional yang berjalan sekarang murni dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Itu yang kami putar sedikit demi sedikit, makanya stok barang belum bisa banyak,” jelasnya.
Rochimin berharap penyaluran dana dari pusat dapat diprioritaskan untuk koperasi yang benar-benar telah berjalan.
“Kami sangat memerlukan dana itu agar koperasi cepat berkembang. Harapannya KMP yang sudah operasional seperti kami bisa didahulukan, jangan disamakan dengan yang belum berjalan,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







