WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Suasana Kantor DPRD Kalimantan Selatan kembali memanas, Senin (24/11/2025) siang, ketika ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Kalsel menggeruduk gedung wakil rakyat. Massa berkumpul sambil mengibarkan bendera, membentangkan spanduk, dan menyuarakan aspirasi lewat orasi lantang yang menggema di halaman kantor.
Pengamanan ketat langsung terlihat. Ratusan anggota kepolisian berjaga di berbagai titik, memastikan aksi unjuk rasa berlangsung aman dan tertib.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan utama yang mereka nilai krusial bagi masa depan demokrasi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Kalsel. Berikut poin tuntutan lengkap para mahasiswa:
- Mendesak DPRD Provinsi Kalsel untuk bersikap kritis kepada DPR RI dan Pemerintah Pusat terkait penetapan KUHAP yang dinilai memiliki pasal bermasalah dan berpotensi melanggar HAM.
- Menuntut pembatalan penetapan Taman Nasional Meratus yang dianggap mengancam ruang hidup masyarakat adat dan minim kajian sosial-lingkungan.
- Menuntut penghentian total aktivitas tambang ilegal serta penyidikan terbuka atas dugaan perampasan tanah dan pencemaran lingkungan.
- Mendesak Pemprov Kalsel melakukan audit lingkungan menyeluruh, menyediakan air bersih darurat, memperbaiki infrastruktur rusak akibat tambang, dan memulihkan hak masyarakat adat.
- Menolak implementasi BBM bercampur etanol dan meminta kajian ulang agar ketersediaan BBM berkualitas tetap terjamin.
- Mendesak Presiden dan DPR RI untuk segera mengesahkan undang-undang yang berpihak pada rakyat.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa suara mahasiswa—yang kerap disebut sebagai suara moral bangsa—masih terus lantang mengawal kebijakan publik.(Wartabanjar.com/Iqnatius)
editor: nur muhammad
