WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Tak hanya melakukan pendampingan teknis terkait pengawasan ketat pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan juga Bidang Ketahanan Pangan juga rutin mengambil sampel bahan pangan segar.
Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas dan menjaga keamanan pangan program MBG tersebut.
Sampel bahan pangan segar yang diambil tersebut seperti seperti sayuran, bawang serta komoditas lainnya untuk diuji cepat (rapid test) guna mengetahui kandungan residu kimia atau pestisidanya.
Melalui Bidang Ketahanan Pangan, pengawasan ketat dilakukan terhadap bahan pangan terutama pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang digunakan di dapur pengolahan MBG atau SPPG di sejumlah daerah.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Saptono, mengatakan sejauh ini meskipun terdapat kandungan pestisida, hasilnya masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi.
“Untuk memastikan akurasi, kami juga mengirim sampel ke laboratorium Angler di Surabaya yang bertaraf internasional,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025), dikutip Minggu (23/11/2025) dari MC Kalsel.
BACA JUGA: Masih Gencatan Senjata, Israel Kembali Serang Gaza, Puluhan Tewas, Ratusan Terluka
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahan pangan yang digunakan di dapur MBG masih aman dikonsumsi oleh anak-anak penerima manfaat program.
Ia menyampaikan, meski pemerintah daerah belum memiliki regulasi tertulis terkait kewenangan teknis dalam pelaksanaan pengawasan MBG, namun instruksi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan DPKP Kalsel untuk memastikan keamanan pangan pada program tersebut, khususnya PSAT, di beberapa SPPG atau dapur MBG di wilayah Kalimantan Selatan, seperti di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

