WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Bintang Liverpool, Mohamed Salah, tengah mengalami awal musim yang mandek dibandingkan beberapa musim sebelumnya. Eks kiper The Reds, David James, menilai bahwa Liverpool bisa saja menjual pemain asal Mesir itu jika ia gagal mengembalikan performa terbaiknya.
Di awal musim ini, Mohamed Salah baru mencetak empat gol dari 11 laga di Liga Inggris dan satu gol dari empat pertandingan di Liga Champions. Jumlah ini menjadi yang paling sedikit bagi Salah pada periode yang sama dalam beberapa musim terakhir.
Dibayangi Pemain Baru dan Statistik Menurun
Performa Salah yang tampak kesulitan menjebol gawang lawan dinilai terjadi karena adanya tiga pemain baru di lini serang, yakni Wirtz, Ekitike, dan Isak. Kedatangan mereka membuat manajer Arne Slot harus memutar otak untuk mengutak-atik lini depan Liverpool.
Meskipun Salah baru memperpanjang kontraknya hingga musim panas 2027, David James, yang pernah membela Liverpool pada 1992-1999, berpendapat bahwa pemain berusia 33 tahun itu bisa saja dijual.
”Saya pikir jika saatnya tiba, Salah dan Liverpool akan duduk bersama membahas masa depan mereka. Sebab ujung-ujungnya, pemain dinilai dari statistik mereka,” jelas James, dilansir dari Daily Mail.
Pertimbangan Nilai Jual
James meyakini bahwa Liverpool akan memberikan waktu sepanjang musim ini bagi Salah untuk membuktikan dirinya, sehingga kecil kemungkinan The Reds akan gegabah menjualnya pada Januari.
Namun, ia menegaskan bahwa jika performa Salah tidak membaik dan ada klub peminat seperti klub-klub Arab Saudi yang sebelumnya tertarik yang memberikan penawaran bagus, Liverpool akan sulit untuk menolaknya.
Saat ini, nilai pasar Mohamed Salah berada di angka 45 juta Euro (sekitar Rp 872 miliar). Nilai pasarnya berpotensi terus turun seiring berjalannya waktu dan mendekati akhir kontraknya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

