Pemkab HST Perkuat Koordinasi TPID, Susun Langkah Konkret Kendalikan Inflasi Daerah
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan strategi pengendalian inflasi daerah di Ruang Auditorium Sekretariat Daerah HST, Senin (17/11/2025).
Diskusi ini menghadirkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta sejumlah perangkat daerah terkait. Diskusi ini juga menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan strategi baru di tengah dinamika harga bahan pokok dan potensi kondisi darurat di daerah.
Dalam forum tersebut, Bupati HST Samsul Rizal menekankan bahwa pengelolaan anggaran darurat harus dilakukan secara cermat dan terukur.
“Belanja Tidak Terduga harus digunakan secara hati-hati, cepat, dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang digelontorkan harus berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran penting TPID dalam menjaga kelancaran pasokan serta kestabilan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli dan rasa aman.
“Koordinasi antar instasi harus semakin kita kuatkan agar langkah yang diambil cepat dan efektif,” tambahnya.
Bupati berharap keluaran FGD kali ini tidak berhenti pada tataran konsep. Ia meminta adanya langkah-langkah aplikatif yang dapat segera dijalankan untuk meredam potensi inflasi dan mengantisipasi keadaan darurat.
“Saya ingin langkah-langkah konkret yang bisa kita jalankan segera, baik untuk mencegah inflasi maupun menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ujarnya.
Melalui FGD ini, Pemkab HST berupaya memperkuat kesiapan birokrasi dalam mengendalikan gejolak harga, memastikan pasokan tetap stabil, serta mengefektifkan penggunaan BTT sebagai instrumen penanganan kejadian luar biasa.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rekomendasi TPID yang akan menjadi acuan kebijakan pemerintah daerah dalam beberapa bulan ke depan. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu