“Kami berharap para peserta mampu menerapkan standar keamanan informasi yang lebih baik, agar tidak ada lagi kebocoran atau serangan siber di lingkungan Pemkab Banjar,” tegasnya.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Ali Akbar, Kepala Bidang Statistik dan Persandian DKISP Banjar, serta Abdul Hafizh dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam pemaparannya, Ali Akbar menekankan bahwa penerapan Jaring Komunikasi Sandi Khusus menjadi langkah strategis dalam menjaga kerahasiaan informasi antarinstansi.
“Melalui sistem ini, pertukaran data antar perangkat daerah dapat berlangsung lebih aman dan terpantau, sehingga risiko kebocoran informasi bisa ditekan seminimal mungkin,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan jaringan komunikasi ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang kredibel, tangguh, dan terpercaya di era digital.
“Kami berharap setiap perangkat daerah makin sigap dalam menghadapi ancaman siber. Serta mampu menjaga integritas data pemerintah, demi pelayanan publik yang lebih aman dan profesional,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







