Sementara 276 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) juga mendapat penanganan rutin.
• Sanitasi dan Lingkungan:Capaian rumah tangga dengan akses sanitasi layak di Balangan mencapai 97,01 persen, melampaui target 94 persen, melalui program Balangan Sanitasi Layak dan Aman (Basalaman).
• Program Balangan Lawan Stunting (Balanting):Fokus pada percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi, dan pembinaan posyandu di seluruh kecamatan.
• Pelayanan Kesehatan di Sekolah (UKS):Program pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi bagi pelajar terus digalakkan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah dasar dan menengah.
• Digitalisasi Pelayanan dan PSC 119:Penguatan sistem Public Safety Center (PSC 119) mempermudah masyarakat mendapatkan respon cepat pada kondisi darurat medis.
BACA JUGA: Uhm Tae Goo Ungkap Alasan Buka Akun Instagram: Permintaan Umji Gongju Indonesia
Sementara digitalisasi data kesehatan mempercepat deteksi dan pelaporan kasus di lapangan.
Ahmad Sauki menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa sehat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan. Pemerintah hadir melalui program, tetapi keberhasilan tergantung pada kemauan masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat,” ucapnya.
Ia juga mengajak semua pihak tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha untuk bersama mendukung program kesehatan di daerah.
“Generasi sehat hari ini adalah fondasi bagi masa depan yang hebat. Mari kita jadikan Hari Kesehatan Nasional ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi menuju Balangan Baharat Bagarak Hancap yang sehat dan berdaya,” tutup Sauki. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor: Yayu







