Sementara itu, Ahmad Junaid menyampaikan pentingnya memahami kepemimpinan tanpa kekerasan.
“Kenapa pemimpin bisa diejek oleh anggotanya? Karena dia tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang baik,” katanya, mengingatkan agar pemimpin muda menjauhi perilaku yang merendahkan orang lain.
Malam hari menjadi momen penuh makna lewat Api Unggun dan Pentas Seni, di mana para peserta menunjukkan kreativitas dan kekompakan mereka.
Tengah malam, mereka juga mengikuti Jurid Malam, sesi yang dirancang untuk melatih mental, kedisiplinan, dan refleksi diri sebagai calon pemimpin.
Keesokan harinya, peserta diuji dalam Wide Game, permainan lapangan yang menuntut kekompakan, kerja sama, dan manajemen konflik secara langsung.
LDKS ditutup dengan Apel Penutupan disertai pembagian hadiah lomba yel-yel. Puncaknya, dilakukan ritual Siraman, simbol penyucian diri dan kesiapan peserta untuk memimpin dengan hati yang bersih.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen MAN 2 Balangan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu

