“Polda Kalsel telah berhasil mengembangkan berbagai inovasi ketahanan pangan, terutama budidaya jagung di lahan non-produktif (bekas rawan Karhutla) yang mendapat apresiasi nasional. Inovasi lain meliputi hidroponik di greenhouse dan bioflok ikan air tawar,” kata Kapolda Kalsel.
Dia juga menerangkan, keberhasilan ini terwujud berkat Kolaborasi Pentahelix yang melibatkan Polri, pemerintah, akademisi (seperti ULM), pelaku usaha, pemuda, komunitas, dan media.
Program ini juga membuka peluang ekonomi produktif bagi masyarakat Banua.
Kapolda mengajak seluruh pemuda Banua untuk mengambil peran nyata dan berpartisipasi aktif dalam program-program ketahanan pangan.
“Pemuda adalah wajah masa depan dan agen perubahan yang akan menentukan arah Banua menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Frans)
Editor: Yayu







