“Set ketiga seperti rollercoaster. Saya hanya berpikir untuk tidak menyerah dan tetap membuat keputusan yang tepat di saat yang tepat,” ungkap Sinner. Ia akhirnya mematahkan servis Zverev di gim ke-11 sebelum menutup pertandingan dengan percaya diri di gim ke-12.
Gelar ini menjadi titel ke-21 sepanjang kariernya, sekaligus gelar keempat musim ini. Sinner kini bergabung dengan legenda seperti Roger Federer dan Andy Murray sebagai petenis yang dua kali menjuarai turnamen Wina sejak era modern ATP.
Sinner kini menatap Paris Masters dan ATP Finals dengan percaya diri, sementara Zverev harus menunda ambisinya untuk menaklukkan pemain Top 5 musim ini. Petenis Jerman itu kini menempati posisi ketiga dalam ATP Live Race to Turin, menyalip Novak Djokovic dengan hasil di Wina. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







