KPK Bongkar Dugaan Korupsi Raksasa di Pertamina! Program Digitalisasi SPBU & Stok BBM Diduga Jadi Ladang Suap Triliunan!
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak! Lembaga antirasuah itu tengah menelisik dugaan korupsi besar-besaran dalam program digitalisasi SPBU dan stok BBM milik PT Pertamina (Persero) yang diduga merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis.
Dalam operasi lapangan yang berlangsung pekan ini, penyidik KPK mengambil data dan melakukan sampling di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia, dari total sekitar 15.000 unit SPBU yang masuk dalam program digitalisasi.
“Penyidik melakukan pengecekan terkait keandalan mesin-mesin EDC (electronic data capture) yang diadakan dalam program digitalisasi Pertamina,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (24/10/2025), dikutip dari Antara.
Budi menjelaskan bahwa program digitalisasi SPBU ini mencakup satu paket besar pengadaan yang terdiri dari mesin EDC dan alat pengukur stok bahan bakar minyak (automatic tank gauge/ATG).
Proyek itu diluncurkan pada periode 2018–2023 dengan tujuan modernisasi sistem pengawasan stok BBM secara digital. Namun, kini proyek tersebut justru diselimuti dugaan penyimpangan anggaran dan praktik suap antara vendor dan oknum pejabat.
“Ini memang satu paket pengadaan besar, yang digunakan untuk sekitar 15.000 pom bensin di seluruh Indonesia,” terang Budi.
KPK telah menaikkan kasus ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan sejak September 2024, dan pada Januari 2025 secara resmi mengumumkan tiga orang tersangka.
Pada 28 Agustus 2025, lembaga antikorupsi itu menyatakan penyidikan telah memasuki tahap akhir, termasuk proses perhitungan kerugian keuangan negara bersama BPK RI.
Tak berhenti di situ — KPK juga menemukan keterkaitan antar kasus. Salah satu tersangka utama, Elvizar (EL), ternyata juga tersangkut dalam kasus korupsi pengadaan mesin EDC di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) periode 2020–2024.
Elvizar diketahui menjabat sebagai Direktur PT Pasifik Cipta Solusi (PCS) saat proyek digitalisasi SPBU berlangsung, sekaligus Direktur Utama PCS dalam proyek mesin EDC di BRI.
Dugaan Kerugian Triliunan Rupiah