“Tren jangka pendek XAU/USD kini berada dalam fase bearish, dengan peluang pelemahan menuju area psikologis US$4.000 per troy ounce,” jelasnya.
Namun, ia menambahkan, jika harga gagal menembus level tersebut, koreksi teknikal berpotensi terjadi dengan target kenaikan di kisaran US$4.183.
Penurunan harga emas dunia langsung merembet ke pasar domestik. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam di Indonesia memang mengikuti pergerakan harga emas internasional, serta dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Akibatnya, harga emas lokal turun drastis Rp177.000 per gram, mencatatkan rekor penurunan terdalam sepanjang tahun ini.
“Ketidakpastian global masih tinggi. Retorika politik dan negosiasi dagang yang belum stabil membuat pasar emas tetap fluktuatif,” tambah Andy.
Meski tengah melemah, para analis menilai prospek jangka menengah emas masih positif. Faktor makroekonomi seperti kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian fiskal AS diperkirakan tetap menopang harga emas di sisa tahun 2025.
“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai paling andal di tengah badai ekonomi global,” pungkas Andy.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad







