Warga sekitar mengaku tidak mengenal hubungan pelaku dengan korban.
“Kami tidak tahu siapa pelaku. Gang di sini memang sepi kalau malam, apalagi habis Magrib,” tutur Udin.
Korban Rahmaniah dikenal sangat dermawan.
Ia sering membantu warga tanpa pamrih, bahkan untuk pasien yang datang dari jauh.
“Orangnya baik, tidak pernah pilih-pilih kalau menolong. Kalau ada warga meminta bantuan, pasti ditolong,” papar Udin.
BACA JUGA: Diduga Jadi Korban Perampokan di Kelayan A, Bidan Rahmaniah Meregang Nyawa, 2 Orang Lainnya Terluka
Korban tinggal berdua dengan anak perempuannya, Rina, yang masih kuliah.
Suami korban, almarhum H. Tamjit, dulunya seorang guru dan pernah menjabat sebagai kepala sekolah.
“Setelah pensiun dan tidak lama jadi kepala sekolah, beliau meninggal dunia,” tambah warga lainnya, Edo.
Warga menyebut, tidak ada seorang pun yang mendengar teriakan minta tolong saat kejadian.
“Sunyi sekali malam itu. Padahal rumah dekat, tahu-tahu sudah ramai karena ada kabar penusukan,” pungkas Edo. (Ramadan)
Editor: Yayu







