Jansen juga menyebut bahwa ada hal-hal aneh dalam proses pertandingan termasuk perbedaan durasi istirahat antar tim yang seharusnya tidak muncul jika ingin menjaga kompetisi yang adil.
Situasi ini kini menjadi sorotan publik dan pengamat sepak bola Asia. Mereka berharap lembaga seperti AFC dan FIFA memberi klarifikasi atau evaluasi agar kelolosan tim yang dianggap “istimewa” tidak mengikis kepercayaan terhadap sistem kualifikasi. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







