“Kemungkinan sumber masalah berasal dari air yang terkontaminasi atau proses pengolahan yang kurang higienis. Faktor kebersihan dan pengetahuan penjamah makanan sangat berperan,” ujarnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinkes Banjar segera mengambil langkah perbaikan sistem sanitasi dan peningkatan kapasitas pengelola dapur MBG. Salah satunya melalui pelatihan khusus bagi penjamah makanan di seluruh dapur penyedia MBG, termasuk dapur SPPG Tungkaran.
“Pelatihan ini akan digelar Sabtu mendatang dan menjadi syarat penerbitan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap dapur penyedia makanan,” terang Noripansyah.
Selain pelatihan, Dinkes juga mewajibkan pemeriksaan air dilakukan secara rutin dan berkala, termasuk pemasangan filter di sumber air yang digunakan untuk pengolahan bahan makanan.
“Kami ingin memastikan setiap dapur MBG benar-benar memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan. Pengawasan akan terus dilakukan agar kasus serupa tidak terulang,” tegasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu

