Sementara itu, Aryna Sabalenka bertekad merebut gelar pertamanya di ajang tersebut setelah tersingkir di semifinal tahun lalu, dan Iga Swiatek berambisi mengembalikan dominasi yang sempat terganggu oleh performa eksplosif Gauff di paruh kedua musim.
Tantangan Baru, Ambisi Baru
Performa stabil dan kepercayaan diri tinggi membuat banyak pengamat menilai Gauff sebagai pesaing paling komplet di generasi muda tenis putri. Ia bukan hanya petenis berbakat, tetapi juga figur dengan mental juara.
“Coco sudah bukan lagi rising star. Dia adalah ancaman nyata bagi siapa pun di tour,” tulis WTA dalam ulasan resminya.
Dengan usia muda, stamina luar biasa, dan mental yang semakin matang, Coco Gauff kini siap menantang Swiatek dan Sabalenka untuk takhta tenis dunia. Dari Wuhan, ia benar-benar menuju dunia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

