GUNUNG LEWOTOBI MELETUS Dahsyat! Bandara Lumpuh Total! Langit Flores Timur Gelap Diselimuti Abu

PGA mencatat tiga kali erupsi beruntun dengan kolom abu menjulang 2.000–5.000 meter dari puncak, disertai dentuman keras dan lontaran sinar api dari kawah.

Data seismograf mencatat berbagai jenis gempa — mulai dari vulkanik dalam, non-harmonik, hingga tektonik lokal dan jauh.
Visual gunung tampak diselimuti kabut, dengan asap putih tipis yang keluar dari kawah setinggi 100–200 meter.

Selain abu vulkanik yang menyesakkan, potensi banjir lahar dingin kini mengintai warga di lereng gunung.
Curah hujan tinggi di Flores Timur bisa membawa material vulkanik panas ke pemukiman yang berada di bantaran sungai.

Emanuel Rofinus Bere menegaskan:

“Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah dan harus menjauhi jalur aliran lahar. Gunakan masker dan jaga pasokan air bersih dari abu.”

Selain mengancam pernapasan, hujan abu juga dapat merusak lahan pertanian, mencemari air, dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Gunung Lewotobi dikenal sebagai gunung kembar: Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan.
Keduanya sama-sama aktif dan telah meletus berkali-kali sepanjang sejarah.

Erupsi besar terakhir terjadi pada awal 2024, yang memaksa ribuan warga mengungsi. Kini, di penghujung 2025, aktivitasnya kembali meningkat dan menjadi perhatian nasional.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama BPBD dan PVMBG kini siaga penuh di lapangan.
Posko darurat disiapkan untuk evakuasi jika aktivitas meningkat.

“Situasi masih terkendali, tapi warga jangan lengah. Gunung masih aktif dan statusnya Siaga,” tegas petugas BPBD Flores Timur.

Baca Juga :   AKSI NEKAT! Rampok Toko Emas di Turki Bobol Rolling Door Pakai Forklift, Kabur Naik Keledai

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca