Capaian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang tenis Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di ajang Grand Slam, setelah terakhir kali Angelique Widjaja tampil pada US Open 2004.
Laju pesat Janice bukan tanpa alasan. Menurut catatan WTA, sebelum tampil di New York ia telah memenangkan 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya, menembus sembilan final ITF dan meraih enam gelar juara, yang membuat peringkatnya melonjak dari 371 ke 149 dunia hanya dalam satu musim.
Kini, dengan status baru sebagai petenis Top 100 dunia, Janice Tjen tak hanya membawa harapan baru bagi tenis putri Indonesia, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di kancah tenis internasional. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







