WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatat sejarah baru dalam perjalanan kariernya. Per Senin (7/10), petenis berusia 23 tahun asal Jakarta itu resmi menembus Top 100 peringkat dunia WTA untuk pertama kalinya, menempati peringkat 99 dunia dengan catatan impresif 67 kemenangan dan hanya 14 kekalahan musim ini.

Tak hanya di nomor tunggal, Janice juga menunjukkan prestasi gemilang di nomor ganda. Ia kini bertengger di peringkat ke-155 dunia, peringkat tertinggi dalam kariernya, setelah meraih gelar juara ganda WTA 125 Suzhou bersama kompatriotnya, Aldila Sutjiadi.

Perjalanan Janice menuju jajaran elit tenis dunia tidaklah mudah. Di WTA 125 Suzhou, ia harus melewati dua laga kualifikasi sebelum melangkah ke babak utama. Meski langkahnya terhenti di putaran pertama tunggal setelah kalah dari Varvara Lepchenko, performa apiknya di sektor ganda memastikan trofi pertama di level WTA.

Prestasi ini melanjutkan tren positif Janice sepanjang 2025. Sebelumnya, ia tampil mengejutkan dengan menjadi runner-up WTA 250 Sao Paulo, yang mendongkrak peringkatnya dari posisi 130 ke 103 dunia. Ia juga tampil memukau di debut Grand Slam US Open, lolos dari tiga laga kualifikasi tanpa kehilangan satu set pun, dan mengalahkan Veronika Kudermetova di babak utama.

Capaian tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang tenis Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di ajang Grand Slam, setelah terakhir kali Angelique Widjaja tampil pada US Open 2004.

Laju pesat Janice bukan tanpa alasan. Menurut catatan WTA, sebelum tampil di New York ia telah memenangkan 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya, menembus sembilan final ITF dan meraih enam gelar juara, yang membuat peringkatnya melonjak dari 371 ke 149 dunia hanya dalam satu musim.

Kini, dengan status baru sebagai petenis Top 100 dunia, Janice Tjen tak hanya membawa harapan baru bagi tenis putri Indonesia, tetapi juga menegaskan diri sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di kancah tenis internasional. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar