Kombes Pol Gafur menambahkan bahwa kegiatan ini pun rencananya akan lebih dimasifkan, bahkan akan dilakukan setiap pekan.
“Yang sudah berjalan 2 minggu sekali. Rencananya setiap minggu akan kami laksanakan,” ujarnya didampingi Wadirreskrimsus, AKBP Riza Muttaqin.
Dibeberkan juga oleh Kombes Pol Gafur bahwa kegiatan ini terus dilakukan sebagai upaya untuk membantu masyarakat khususnya dalam hal ketahanan pangan yang memang saat ini menjadi atensi pemerintah pusat.
“Selain itu juga, ini sebagai upaya agar harga bahan pokok penting (bapokting), khususnya komoditas berupa beras tetap stabil di Kalsel,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan adanya peran Polda Kalsel khususnya melalui Ditreskrimsus sangatlah membantu upaya ketahanan pangan di Banua.
Bahkan lanjutnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polda Kalsel ini pula yang juga akhirnya mengantarkan Kalsel menempati peringkat pertama daya tahan ketahanan pangan di Indonesia.
“Terima kasih kepada Polda Kalsel melalui Ditreskrimsus yang sudah membantu sejak beberapa waktu lalu. Alhamdulillah Kalsel bisa naik dan sekarang peringkat pertama untuk ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.
Berdasarkan hasil data terakhir yang berhasil terjual dalam kegiatan GPM ini, beras SPHP yang terjual sebanyak 6,2 ton, minyakkita terjual 324 liter, gula manis kita terjual 193 kg, beras premium ponukawan terjual 20 kg dan beras setra ramos terjual 20 kg.(Wartabanjar.com/Frans)
Editor Restu







