“Saya menikmati setiap detiknya, kecuali lima menit ketika saya sempat tersungkur karena pergelangan kaki cedera,” ungkapnya sambil tersenyum. “Saya sangat senang dengan level permainan saya. Memulai minggu ini dengan kondisi yang tidak ideal, lalu bangkit seperti ini, membuat saya sangat bangga.”
Fritz sendiri sempat meminta dua kali waktu istirahat medis karena cedera paha kiri yang membatasi pergerakannya. Meski sempat mencuri satu break di akhir pertandingan lewat pukulan backhand winner, upayanya tak cukup untuk membendung agresivitas sang juara. Alcaraz mengunci kemenangan setelah 93 menit pertarungan, sekaligus memperlebar keunggulannya atas Fritz menjadi 4-1 dalam rekor pertemuan mereka.
Gelar di Tokyo menjadi penegas bahwa musim 2025 adalah salah satu yang terbaik dalam karier Alcaraz. “Saya tidak memulai tahun dengan baik dan sempat berjuang secara emosional,” katanya. “Tapi bagaimana saya bangkit dari semua itu membuat saya sangat bangga pada diri sendiri dan pada semua orang di sekitar saya.”
Kini, Alcaraz hanya terpaut beberapa kemenangan lagi untuk melampaui rekor Sinner dan mengukir sejarah baru dalam tur ATP. Dengan performa sekuat ini, jalan Alcaraz menuju akhir musim tampak semakin cerah. Target berikutnya: mempertahankan posisi puncak dunia sekaligus menutup tahun dengan torehan kemenangan terbanyak dalam satu musim. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

