Sayangnya, tren positif itu terhenti di final. Menariknya, lawan mereka di laga pamungkas bukanlah sosok asing Saki Imamura dan Sohyun Park adalah mantan rekan duet Priska dalam beberapa turnamen ITF sebelumnya.
Tantangan di Nomor Tunggal
Selain tampil di nomor ganda, Priska juga turun di sektor tunggal. Namun, langkah petenis berusia 22 tahun itu harus terhenti lebih awal setelah kalah di babak pertama dari petenis kualifikasi Varvara Panshina dengan skor 1-6, 6-2, 5-7.
Hasil ini menambah catatan perjalanan panjang Priska sepanjang musim ini. Sebelum tampil di Incheon, Priska sempat menjalani tur Eropa selama sebulan penuh. Dari rangkaian turnamen tersebut, ia sukses meraih gelar juara ganda di ITF W35 Erwitte (Jerman) bersama petenis Belgia Tilwith Di Girolami, meski hasil di sektor tunggal belum maksimal.
Fokus Menuju Turnamen Berikutnya
Tur Eropa yang dimulai dari ITF W35 Horb, ITF W75 Hechingen, hingga ITF W50+H Koksijde menjadi bekal penting bagi Priska untuk meningkatkan peringkat dan pengalaman bertanding. Pencapaian runner up di Incheon menjadi sinyal positif konsistensi Priska di nomor ganda dan membuka peluang lebih besar untuk menembus level WTA di masa depan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







