WARTABANJAR.COM – Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” muncul dari keresahan warga terhadap kebisingan sirene dan sorotan strobo di jalan raya. Istilah yang awalnya lelucon di media sosial itu kini menjelma jadi simbol perlawanan rakyat terhadap arogansi jalanan.
Belakangan, publik dihebohkan karena tagar dan video protes ini makin viral. Dari Jakarta hingga daerah, masyarakat menilai penggunaan strobo dan sirene pejabat sudah berlebihan, sering tanpa alasan mendesak, dan justru mengganggu ketertiban.
Merespons ini, Kakorlantas Polri, Irjen Aan Suhanan, buru-buru mengumumkan pembekuan sementara penggunaan sirene kendaraan pejabat. Ia berjanji aturan akan dievaluasi agar lebih sesuai dengan UU LLAJ. Bahkan Mensesneg Pratikno ikut bicara, mengingatkan pejabat agar tidak semena-mena. DPR juga menekan Polri agar berani menindak tanpa pandang bulu.(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
Editor Video: Nata Prima

