Kejadian ini mendadak viral setelah akun media sosial @akisukidi mengunggah potongan peristiwa di platform Threads. Unggahan tersebut memicu gelombang komentar, karena publik menilai alasan sinyal sama sekali tidak masuk akal untuk seorang pejabat pendidikan. Bagaimana mungkin seorang kepala sekolah, yang seharusnya menjadi teladan kedisiplinan, justru absen dan bersembunyi di balik dalih teknis?
Lebih jauh, kasus ini membuka pertanyaan serius, bila dalam momen sidak saja kepala sekolah tidak ada, bagaimana dengan hari-hari biasa ketika pengawasan tidak dilakukan? Apakah murid dan guru bisa berharap mendapat arahan, jika pemimpinnya saja tak berada di tempat?
Disiplin seorang kepala sekolah bukan sekadar soal hadir atau absen. Kehadirannya adalah simbol, bahwa pemimpin ikut merasakan denyut kehidupan sekolah. Tanpa itu, rasa hormat dan wibawa akan hilang, digantikan ketidakpercayaan dari guru maupun murid.
Dalih sinyal yang lemah pada akhirnya hanya mempertegas kelemahan tanggung jawab. Sebab, publik tidak menilai pada alasan teknis, tetapi pada komitmen nyata seorang pemimpin. Dan dari kasus di Pringsewu ini, masyarakat bisa melihat bahwa yang sesungguhnya terputus bukan hanya jaringan, melainkan juga rasa amanah pada jabatan.(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
VIDEO – Drama Sidak Wabup Pringsewu, Ketidakhadiran Kepsek Dan Alibi Sinyal Putus

