WARTABANJAR.COM – Di sebuah kelas SMA, hanya karena satu kalimat, situasi berubah panas. Seorang siswa berinisial AB melontarkan ucapan yang menyinggung temannya. Sekilas tampak sepele, hanya persoalan antar-remaja. Namun di Papua Pegunungan, kata-kata itu jadi percikan api yang menyulut kerusuhan.
Awalnya, konflik masih di dalam sekolah. Teman yang tersinggung bereaksi, perkelahian kecil pun pecah. Guru berusaha menenangkan, membawa mereka ke ruang guru untuk dimediasi. Tapi emosi sudah terlanjur tak terkendali. Murid lain ikut tersulut, dan kabar itu cepat menyebar ke luar pagar sekolah.
Massa kemudian berkumpul, bukan lagi hanya siswa, tapi juga masyarakat. Amarah berubah jadi aksi anarkis, sejumlah kios warga dibakar, dan suasana kota mendadak mencekam. (Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
VIDEO – Tragedi Kerusuhan Yalimo: Dari Mulut Siswa, Api Menjalar ke Kota

