“Saya melihat langsung antusiasme siswa dan guru. Bahkan sekolah negeri di HST sudah berani menetapkan standar ujian internasional. Ini langkah berani yang jarang ditemui di Indonesia,” ujarnya.
Noviyanti juga membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk dengan mitra pembangunan asing untuk beasiswa luar negeri bagi siswa HST agar bisa menimba pengalaman global tanpa biaya besar.
Monev kali ini diikuti 186 peserta dari berbagai kalangan, mulai guru, kepala sekolah, hingga mitra pendidikan. Mereka juga meninjau langsung proses pembelajaran di SDN 1 Barabai Timur, salah satu sekolah rujukan SBI.
Dengan langkah progresif ini, HST semakin mempertegas diri sebagai pionir pendidikan inovatif di Kalimantan Selatan.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad

